Tips Mengenali Lembaga Donasi yang Kredibel

Dengan makin kuatnya dunia digital sekarang ini, media online sering dimanfaatkan untuk mencari keuntungan pribadi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Belakangan penipuan melalui media sosial makin marak. Menurut survei yang dilakukan Symantec, sebuah perusahaan software dari California, Amerika Serikat (AS), pada tahun 2015, mengenai penipuan di media sosial, Indonesia berada di posisi ke-13 tertinggi se-Asia Pasifik untuk kasus tersebut.

Tips Mengenali Lembaga Donasi yang Kredibel
Masyarakat kadang juga tidak sadar mengenai penipuan yang berkedok donasi ini. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Majalah Femina Indonesia terhadap 50 pembaca tentang donasi, sebanyak 86% responden memilih beramal dalam bentuk uang. Hanya 24% sisanya yang memilih jenis donasi lain, seperti barang, transfusi darah, dan dukungan. Dari survei ini menunjukkan bahwa ada potensi yang cukup besar dengan memanfaatkan bencana untuk menangguk keuntungan dari mereka yang ingin berdonasi.

Untuk itu diperlukan sosialisasi dan edukasi bagi para pengguna internet atau istilah sekarang disebut sebagai netizen, bahwa jika ingin melakukan donasi online melalui media sosial sebaiknya pilih lembaga yang sudah kredibel, seperti UNICEF, organisasi internasional dibawah naungan PBB yang sudah jelas programnya.

Saat ini banyak sekali lembaga yang memanfaatkan media sosial untuk melakukan kampanye penggalangan dana, baik untuk kegiatan yang sifatnya bencana atau penggalangan yang sifatnya tetap/ regular donation.

Berikut beberapa tips untuk mengenali lembaha sosial yang kredibel:

  1. Perhatikan apakah lembaga tersebut memiliki alamat dan nomor telepon yang jelas
  2. Lihat apakah kegiatannya rutin di lakukan dan kemana saja peyaluran donasi mereka
  3. Perhatikan profil lembaga tersebut , adakah orang/tokoh di belakang organisasi atau lembaga tersebut.
  4. Perhatikan apakah mereka melaporkan berapa nilai yang diterima dan disalurkan kemana donasi tersebut.
  5. Selidiki di Google apakah lembaga/organisasi tersebut pernah terlibat masalah penipuan atau hal-hal terkait hukum.
  6. Cek website lembaga/organisasi tersebut, apakah website nya aman dan kredibel.

Harus diakui media sosial adalah sebuah platform yang kekuatannya bergantung pada masyarakat. Alhasil, perbuatan jahat, penipuan, ataupun kebohongan sangat mungkin terjadi di media sosial. Namun, seiring waktu, masyarakat pengguna internet di Indonesia sudah makin cerdas dalam memilah informasi yang aktual. Termasuk memilih mana berita crowdfunding yang benar dan badan amal yang tepat. Kuncinya, cermat saat membaca berita dengan memperhatikan sumbernya.

Untuk menghindari penipuan yang mengatasnamakan badan penyaluran amal di media sosial, penting dilakukan check and re-check lewat Google. Luangkan waktu untuk mencari tahu kebenaran badan amal lewat Google. Kalau yayasan amalnya ada di Facebook, cari tahu admin yang menggalang crowdfunding. Adanya mutual friends akan memudahkan pengecekan.