Pemerintah Bisa Damaikan Gaza

Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) mendesak Pemerintah Indonesia menjembatani perdamaian di Gaza, Palestina.
Pasalnya, Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Sebab itu, pemerintah dapat berbuat banyak lewat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Konferensi Islam (OKI).
Hal itu disampaikan Presidium MER-C, Jose Rizal Jurnalis, dalam jumpa pers di kantornya, Senin (19/11/2012), menanggapi serangan Israel ke Gaza.
"Pemerintah dapat mengirimkan perwakilannya atau menteri ke Gaza, menjembatani perdamaian antara Palestina dan Israel," ujar Jose.
Jose mengatakan, Indonesia memiliki kedudukan kuat di dunia Internasional. Selain berpenduduk muslim terbesar, Indonesia berpengalaman mendamaikan negara yang berkonflik. Kans Indonesia mendamaikan Gaza sangat besar.
"Pemerintah juga harus memberikan bantuan untuk Gaza di samping meredakan perang. Bantuan itu terutama adalah medis. Itu semua kembali ke niat Presiden membantu Palestina," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Aqsa Working Group Agus Sudarmadji mengatakan, bantuan harus terus diberikan ke Gaza. Bantuan itu termasuk juga dukungan politis. Sebab, Indonesia adalah salah satu negara yang telah mencanangkan boikot Israel.
"Menlu Marty Natalegawa sudah menyatakan keharusan boikot produk Israel. Boikot itu harus disosialisasikan dan didukung," tandas Agus.
Menurut Agus, pemboikotan Israel secara tidak langsung akan meredakan konflik. Sebab, Israel akan kehilangan modal perang yang didapat dari perusahaan besar. Negara Barat, pungkasnya, tidak dapat melakukan hal itu.
Pasalnya, logika mereka dalam meredakan konflik berbeda dengan negara berpenduduk mayoritas muslim. Negara Barat, ditudingnya, lebih mengutamakan diplomasi yang sama sekali tidak diindahkan Israel.
Sebelumnya, sejak lima hari belakangan, tentara Israel menyerang Gaza dengan alasan balasan terhadap roket yang dilancarkan Hamas. Eskalasi serangan terus ditingkatkan. Menurut berita yang dilansir BBC, Israel sudah mengirimkan angkatan darat untuk menggempur Gaza. Sebanyak kurang lebih 50 warga Gaza tewas akibat serangan Israel tersebut, sementara lebih dari 350 orang lainnya terluka.
 Di sisi Israel, sejauh ini 3 orang tewas dan 18 orang terluka. Jumlah itu termasuk 10 orang tentara.
Menurut data angkatan bersenjata Israel, sejak Operasi Pilar Pertahanan digelar, Israel mengklaim Hamas sudah menembakkan 600 roket, 404 roket mengenai sasaran sementara 230 lainnya bisa ditangkal sistem pertahanan Iron Dome. Israel mengaku angkatan udaranya berhasil menembak 830 sasaran di Jalur Gaza.