Cara Menyikat Gigi Yang Benar

Cara Menyikat Gigi Yang Benar
Mengajarkan sikat gigi yang benar memang bukan pekerjaan mudah. Namun, tentu saja, tidak berarti bapak dan ibu harus menyerah begitu saja. Sebaiknya, sejak dini ajarkan anak cara menggosok gigi yang benar agar terhindar dari gangguan gigi dan mulut.
Pada satu kali sikat gigi terdapat 30 sampai 40 kali gerakan memutar untuk seluruh bagian rongga mulut bagian ini mencakup luar dan dalam untuk kanan, kiri, depan, dan belakang gigi. Sedangkan untuk gerakan mencungkil diulang dua sampai tiga kali pada setiap bagian. Dengan asumsi satu gerakan satu detik maka dibutuhkan dua sampai tiga menit untuk sikat gigi.
Berikut LAngkah Langkah untuk menyikat gigi yang benar

  • Pegang sikat dan sapukan pada gigi bagian depan dengan arah naik turun secara merata. Jangan terlalu keras saat melakukannya karena hal itu bisa menyebabkan gusi surut, gigi sensitif, atau bahkan lepas dalam jangka waktu yang lama.
  • Setelah bagian depan selesai, ulangi langkah yang sama pada bagian gigi di sisi kanan dan kiri.
  • Untuk gigi geraham, baik atas maupun bawah, sapukan sikat secara perlahan dari dalam ke luar dan pastikan seluruh sisa makanan tidak ada yang tertinggal di dalam mulut.
  • Sementara pada gigi bagian dalam, lakukan gerakan menyikat dari akar gigi sampai ke ujungnya secara merata.
  • Anda juga perlu menyikat lidah dan langit-langit mulut secara perlahan untuk menghilangkan bakteri yang menempel di sana.
  • Sebaiknya pilih jenis sikat gigi sesuai dengan kelembutan bulunya, terutama jika Anda memiliki gigi dan gusi yang sensitif.
  • Putar musik berdurasi 2-3 menit atau gunakan sikat gigi elektrik yang bisa diatur agar Anda tidak terlalu cepat atau lambat dalam membersihkan isi mulut.
  • Jika perlu, Anda bisa berkumur dengan cairan penyegar dan pembersih mulut yang mengandung fluoride karena bahan tersebut mampu mengurangi jumlah bakteri yang menempel pada gigi dan gusi.
  • Ganti sikat gigi setiap tiga bulan sekali atau setelah Anda sakit demam. Sebab sikat gigi berisiko menyimpan virus bekas Anda sakit.